November 22, 2009 oleh hajriansyah
Ada saja masalah yang datang seperti hujan. Basah tubuh beserta pakaian yang kita kenakan seluruhnya. Terliputi masalah (dalam hal ini basah, dalam hal lain bisa apa saja) membuat kita tak berjarak dengan air; maka yang terpikir kemudian adalah mengatasi air yang membasahi tubuh dan pakaian.
Ketika masalah datang untuk pertama kalinya, kita mungkin tak menyadarinya; dan kita menyebutnya akar masalah. Ia datang dalam rentetan yang kemudian akan panjang, yang pada akhirnya mengusik kesadaran kita, utamanya saat kita sudah tak lagi kuat menampungnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 4 Komentar »
November 17, 2009 oleh hajriansyah
MENUNGGU
Sebotol teh dan anakku di depannya
Menunggu seperti halnya kami bermain bola
: takberkesudahan, labil dan hampa
Suara besi menopang kekosongan
Kekosongan tak bergerak
Menunggu segalanya berakhir, seperti
Halnya meja yang di atasnya masih buku yang sama
Teh botol yang sama, asbak yang sama
Dan rokok, sebungkus rokok
Bersisa dua batang yang hambar Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 8 Komentar »
November 9, 2009 oleh hajriansyah
Sudah sedekat ini tahun 2009 akan berujung, belum ada kabar juga kejelasan penyelenggaraan event sastra tahunan, yang kini memasuki penyelenggaraan keenam, ini akan dilaksanakan. Belum adanya pengumpulan karya (jika akan dicetak buku kumpulan karya sastra Sastrawan Kalsel, sebagaimana lazimnya), plus yang terpenting undangan untuk Sastrawan Kalsel yang lazimnya sudah beredar sebulan (kurang-lebih) sebelumnya, makin menjadikan kekhawatiran event aruh ini akan “gagal” diselenggarakan di Kabupaten Batola, sebagaimana yang direkomendasikan pada Aruh Sastra Kalsel V di Balangan tahun 2008 tadi. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 13 Komentar »
Oktober 28, 2009 oleh hajriansyah
Kita tak mungkin menyerah kawan. Pertempuran ini milik kita, dan pada akhirnya kita telah melibatkan banyak orang. Entah siapa saja. Kita sudah berdiri di sini hari ini. Sudah terlalu banyak sumber daya yang kita korbankan, maka kita tak bisa menyerah. Kemungkinannya hanyalah terus maju; menang dan kalah bukanlah soal yang penting lagi. Kemungkinan yang lain adalah menyusun strategi kembali. Memetakan barisan dan lingkungan. Mencari titik strategis untuk bersiap menyerang. Percayalah kawan, ini bukan soal ambisi pribadi lagi. Ini soal bagaimana kita mengabdikan diri pada banyak hal yang telah kita korbankan dalam hidup. Bersiaplah! Hanya ini yang kita bisa. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 7 Komentar »
Oktober 17, 2009 oleh hajriansyah
karena seorang teman telah berbagi tentang persoalan rambutnya, yang memberinya satu kesimpulan, “ternyata kita tidak pernah sepenuhnya mengenal diri kita sendiri, betapapun lamanya kita berkenalan dengannya. dan…”* maka saya juga terpancing untuk memajang foto-foto ini. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 5 Komentar »
Oktober 16, 2009 oleh hajriansyah
minggu lalu (7 – 10/10/09) saya berkesempatan untuk kali pertama mengunjungi muara teweh, ibukota dari kabupaten barito utara, kalimantan tengah. sebuah kota kecil di antara liku-liku pegunungan meratus (?) sebelah utara. sebenarnya sudah lama ingin (dan beberapa kali mendapat tawaran dari keluarga saya yang ada di sini) ke sini, mengingat tempat ini adalah salah satu dari invasi dagang orang-orang dari kampung halaman ibu saya (amuntai), dan cukup banyak keluarga saya di sini.
keluar dari wilayah kalimantan selatan di hulu sungai utara, saya memasuki kabupaten barito timur (tamiyang layang), kalimantan tengah. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 4 Komentar »
Oktober 2, 2009 oleh hajriansyah
marc chagall lahir hampir setengah abad sesudah rousseau (henri rousseau), namun karya-karyanya telah membuat dampak bagi periode akhir lukisan rousseau yang berpengaruh.
chagall lahir di vitebsk, rusia, pada tahun 1887 dari keluarga yahudi yang miskin. ayahnya, seorang sederhana dan dikenal baik hati, bekerja di depot ikan haring. ibunya, seorang ibu rumah tangga dengan 10 orang anak–delapan perempuan dan dua laki-laki–membuka usaha warung makan kecil. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Lukisan | 8 Komentar »
Oktober 1, 2009 oleh hajriansyah
Apa yang tak kita miliki di tengah beruntunnya bencana yang menimpa dunia (kita) akhir-akhir ini. Kesiapan, salah satunya. Tentu bagi kita yang tidak mengalaminya secara langsung mengatakan hal ini begitu mudahnya; dan bagi yang mengalaminya secara langsung tentu yang tersisanya hanya kesedihan. Tapi, sejauh mana kesedihan dapat hinggap di diri kita. Entahlah, masing-masing orang berbeda cara penanganannya.
Maka, setelah datang satu masalah atau musibah, yang lain akan terasa datang beruntun-runtun. Tapi, bukankah yang begini yang mengajarkan pada kita pentingnya arti kesiapan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 6 Komentar »
September 27, 2009 oleh hajriansyah
Jika menilik satu dekade dunia kesusastraan kita (di Kalimantan Selatan), maka ada rentang lima tahun yang cukup menggembirakan; setidaknya hiruk pikuk perayaan itu nampak sedemikian nyata—tentu saja ini hanya pada batas cakrawala yang dapat saya pandang. Setidaknya setelah berhibernase cukup lama, semenjak dunia puisi beserta kepenyairannya melindap sejak pertengahan 90-an.
Dimulai sejak 2004, saat event Aruh Sastra Kalimantan Selatan pertama mulai digulirkan. Berlanjut kemudian aruh sastra-aruh sastra berikutnya yang terus hadir setiap tahunnya, atas rekomendasi yang terjaga dari kalangan sastrawan kalimantan selatan kepada sistem birokrasi yang memang diharapkan dapat terus memfasilitasinya: memfasilitasi kepentingan dunia sastra yang beriringan dengan tumbuh kembangnya kebudayaan daerah kalimantan selatan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Tak Berkategori | 2 Komentar »
September 24, 2009 oleh hajriansyah
pada kehidupan yang kita berjalan dan berpikir di atasnya, ada batas di mana manusia mesti mengukur dan menimbang segalanya, termasuk di dalamnya kematian. pada titik ini, adakah benar tentang keabadian, tentang mimpi-mimpi, tentang rencana dan kontrol atas segala taktis menyangkut masa depan yang lebih baik. lebih baik? sejauh mana manusia menafsirkan hari ini dan segala yang terjadi, kaitannya dengan tafsir kebaikan tersebut?
kematian yang runtun-beruntun di sekitar saya beberapa waktu terakhir ini membuat saya terjaga untuk sekian waktu, adakah kita dapat benar-benar merencanakan kebaikan atas diri kita sebagai manusia? nassem dalam bukunya black swan yang cukup tebal itu ingin meyakinkan kita, bahwa selalunya tak ada yang benar-benar dapat kita prediksi dalam kehidupan ini. maka ia mengajak kita menyelami kehidupan ini “sekali lagi” Lanjut Baca »
Ditulis dalam Esai | 4 Komentar »