kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, model kafe begini bernama terrace cafe, bukan, mas?
wah, aku suka komposisi warnanya, kaya dan menggunakan perpaduan warna-warna kontras: kuning dan biru, oranye dan ungu., hijau dan merah.
kafe ini semakin terlihat dinamika pinggir jalannya karena selain ada orang-orang yang duduk di kursi mengelilingi meja, tampak orang-orang yang lalu lalang dan kendaraan di jalan.
Lukisannya nampak mudah bagi saudara tapi berat bagi saya. Warna cat airnya nampak garang ya..Sungguh menarik dan ada mesej. kenapa hanya disebut “ukuran kecil” tidak disebut ukuran sebenar angkanya.. maka barulah diketahui besar kecil bentuk lukisan tersebut. “Cafe di pinggir jalan” satu luahan hati dan pemikiran bagi mereka yang suka bersantai minum dalam suasana yang harmoni. Salam mesra.
saya lupa berapa ukurannya yang pasti, hanya saja tak lebih dari satu meter persegi. melukis cat air adalah yang paling susah, makanya dulu di kampus teknik inilah yang pertama diajarkan, namanya ‘alla prima’ atau disebut sekali jadi. maksudnya, sekali menggoreskan/ menyapukan warna tak dapat diulang-ulangi lagi karena akan menyebabkan warna butek (tak cerah). apalagi jika harus melukis realis dengan cat air, susah sekali, hanya satu pelukis indonesia (yang saya tahu) yang paling mahir, namanya teguh wiyatno (kalau tidak salah).
han tia napa jar jarku… Hajri bahari jua ai… hehehehe
salam..saya baca puisi2mu dengan bang dian…
dari sumsel
yang ini ulasannya mana jir?
kalau diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, model kafe begini bernama terrace cafe, bukan, mas?
wah, aku suka komposisi warnanya, kaya dan menggunakan perpaduan warna-warna kontras: kuning dan biru, oranye dan ungu., hijau dan merah.
kafe ini semakin terlihat dinamika pinggir jalannya karena selain ada orang-orang yang duduk di kursi mengelilingi meja, tampak orang-orang yang lalu lalang dan kendaraan di jalan.
keren, mas hajri!
Assalaamu’alaikum
Lukisannya nampak mudah bagi saudara tapi berat bagi saya. Warna cat airnya nampak garang ya..Sungguh menarik dan ada mesej. kenapa hanya disebut “ukuran kecil” tidak disebut ukuran sebenar angkanya.. maka barulah diketahui besar kecil bentuk lukisan tersebut. “Cafe di pinggir jalan” satu luahan hati dan pemikiran bagi mereka yang suka bersantai minum dalam suasana yang harmoni. Salam mesra.
saya lupa berapa ukurannya yang pasti, hanya saja tak lebih dari satu meter persegi. melukis cat air adalah yang paling susah, makanya dulu di kampus teknik inilah yang pertama diajarkan, namanya ‘alla prima’ atau disebut sekali jadi. maksudnya, sekali menggoreskan/ menyapukan warna tak dapat diulang-ulangi lagi karena akan menyebabkan warna butek (tak cerah). apalagi jika harus melukis realis dengan cat air, susah sekali, hanya satu pelukis indonesia (yang saya tahu) yang paling mahir, namanya teguh wiyatno (kalau tidak salah).