jika berbicara seni lukis, seringkali saya merasa dipukul oleh sebuah pertanyaan dari kawan-kawan yang awam terhadap seni lukis. “apakah aliran seni lukis ini?” sambil telunjuknya mengarah ke sebuah lukisan–entah lukisan saya atau lukisan orang lain.
apakah alirannya? pertanyaan yang tak mudah dijawab, karena untuk itu saya harus berbicara panjang lebar–seakan-akan saya pintar, dan inilah celakanya, saya bukanlah orang pintar.
istilah 'aliran' seringkali menyesatkan, dan ini sebenarnya sudah tak relevan lagi saat ini.
aliran atau isme adalah istilah yang diberikan oleh kritikus untuk menandai atau mengkategorikan sebuah karya, namun tidak serta merta semua karya si pelukis dapat dimasukkan ke dalam satu kategori saja. misal, tidak semua karya picasso dapat dimasukkan ke dalam kubisme. ada juga karya picasso yang realis, surrealis, bahkan futuris.
memang secara historis (linear) ada periode-periode dalam seni lukis penanda-penanda yang dibuat kritikus, semacam periode naturalisme (klasik), neoklasik(isme), romantis(isme), realisme, impressionisme, ekspressionisme, fauvisme, pointilisme, naivisme, kubisme, surrealisme, kinetik-art, pop-art, dst. namun penanda-penanda ini lebih mencerminkan pada sistem gagasan yang mendominasi, yang diaplikasikan seniman pada jamannya, pada karya-karyanya. dan ini tidak serta-merta berkait-sambung dengan gaya yang diaplikasikan. misal, tidak semua karya surrealisme bercorak/bergaya sebagaimana karya-karya salvador dalli yang realis-absurd, tapi ada juga juga karya-karya surrealis sebagaimana chagall yang naif--yang lukisan-lukisannya lebih menyerupai lukisan anak-anak dan bentuk-bentuk tidak tepat-akurat sebagaimana realis-nya dalli, dst.
di indonesia, karya-karya heri dono yang naif dan juga kinetik-artnya dikategorikan dwi marianto, seorang kritikus di jogja, sebagai karya-karya yang surrealis-jogjakarta. karya-karya nasirun yang ekspressif dan njawani itu pun beberapa dapat dikategorikan sebagai surrealisme khas jogjakarta.
jadi kembali pada 'pertanyaan-pertanyaan yang memukul saya' tadi, dapat saya katakan bahwa gaya dalam seni lukis sangat beragam, dan belum tentu memikul beban isme yang terlampau berat. pesan saya nikmati sajalah sebuah lukisan--warna-warnanya, bentuk-bentuknya, garis-garisnya, kesatuan harmoni keseluruhannya--bagaimana itu semua dapat mengantarkan kita pada sebuah imaji keindahan, atau siapa tahu dapat membuat anda terkenang sesuatu yang telah lama dilupakan, dan siapa tahu mencerahkan.
selamat berapresiasi! bagus lagi jika dapat mengoleksinya--anda akan dapat meringankan beban seorang pelukis untuk kehidupannya, termasuk membantunya membeli cat untuk melukis lebih banyak dan lebih baik lagi.
salam budaya!
(di sini saya sisipkan lukisan rokhyat yang cenderung surrealistik; lukisan ikan-ikan di atas langit, di bawahnya sungai dan jembatan. lukisan ini berjudul "maunjun", medianya cat minyak di atas kanvas. juga lukisan ifansyah, maestro seni lukis realis indonesia yang orang banjar, yang menggambarkan ibu dan anaknya dalam corak hyper-realistik, medianya cat minyak di atas kanvas. kemudian lukisan saya (hajriansyah) yang cenderung naif-impressif, medianya cat minyak di atas kanvas.)


Mas … aku suka yang paling atas. Apakah lukisan itu krya sampeyan? Imajinasi saya berkembang, duh … luasnya jangkauannya. Saya tidak peduli alirannya. Tetapi, pikiran dan rasa seolah dibawah ke alam tanpa batas. Begitukah merasakan lukisan? Salam.
bukan pak, karya saya tak secanggih itu. karya yang sederhana saja–yang paling bawah; cerita keluarga (judulnya), coraknya cenderung naif.
ya, itulah indahnya lukisan, visualisasinya membawa kita melayang, beberapa orang menyebutnya ‘moment estetik’–yang bisa saja berlaku bagi si pelukis saat terinspirasi, pun penikmat saat memandang jauh ke lukisan. nanti saya sisipkan lagi lukisan yg lebih beragam; karya saya dan pelukis lain.
salam.
buat pak ersis lagi:
lukisan yang membawa bapak ke alam tanpa batas itu, adalah lukisan sdr. rokhyat, pelukis kalsel senior say di isi dulu. lukisan itu ukuran aslinya cukup besar. kalau bapak tertarik (membelinya) akan saya hubungkan, hehehe.
salam.
Mas, minta izin saya link blog sampeyan…
Oh … saya tertarik lukisan itu. Membeli? Waduh, saya ini PNS biasa saja Mas. Lukisan kan mahal Mas … Saya mau lihat aslinya aja dulu. Ajak dong saya ke sanggar Sampeyan. Boleh ya …
Dulu, saya terkagum-kagum dengan lukisan Khairul saleh atau lukisan kuda Basuki Abdullah. nikmat gitu memandang, dan … imajinasi berkembang.
Mau ngak ngajarin saya memahami lukisan. Ada pantikan melahirkan ide … melihat lukisan, lalu … menulis dari itu. Kira-kira pas ngak ya?
@taufik79:
silakan..
@ersis:
kapan2 pak ersis ke banjar saya ajak ke teman2 pelukis utk lihat lukisan mereka.
nanti akan lebih sering lagi saya sharing tentang seni lukis di blog ini, buat belajar sama-sama–siapa tau ada yang lebih tau dan mau mengoreksi, jika saya salah.
yang penting dalam seni lukis, menurut saya, adalah mengapresiasi–ini adalah bentuk nyata dari perhatian, meski tak paham dan tak sepaham.
ide? aduh saya gak begitu paham tentang ide, nanti coba saya tanyakan pada plato–jika bertemu di dalam mimpi. hehehe
salam.
@pak ersis:
Mungkin maksudnya Raden Saleh, ya? yang lukisannya terkenal berjudul Berburu Singa.
Khairul Saleh itu bukannya Bupati Banjar, pak Ersis?
@Hajri:
Kalau Ide ente kurang paham, kalau Ida pasti paham..,
kalau Aida, nah itu di rumah ente sorang, hehee….
@sandi:
ida, siapa pulang, wal? (nah, patut dicurigai ni, hehehe)
aida, anak saya maksud sandi
Posting nang ini pasti nyinggung ana…..
Bujur kalo ?
saya suka lukisan yang jadi header blog ini. bagaimana kalau buat cover bukuku? setuju?
hehe, ini sketsa wajah saya yg dicroping.
Mas … Sandy persis … saya ngakak nah. Mas Hajri, minta no hpnya … biar bila ke Banjar bisa mampir.
no hape saya: 085248955593
ya, mampir pak, ya
salam
Ass.
Wah … hati-hati bertanya nich … nanti dikira memukul ha ha ha …. tapi terkadang lebih seru bertanya pada orang yang tidak tahu juga ….
Masing-masing lukisannya yang dimuat, saran aja, lebih kena jika keterangan tentang lukisannya langsung di bawah lukisan tersebut …
@HE Benyamine:
hahaha, itu hanya metafor saja..
oke, nanti sarannya dicoba, saya masih kesulitan mengaturnya (blog ini maksud saya)
Assalamu’alaikum. Lukisan diatas bagus bangeeeet…..
trims. anda pelukis juga, ya? atau punya galeri lukisan?
salam.