jika seorang teman datang dari jauh, apa yang ‘kan kau katakan padanya. hai? halo? ataukah: “ah, lama tak berjumpa. mari bicara sepanjang malam dan siang.”
Arsip untuk Februari, 2009
jika seorang teman datang dari jauh
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Februari 25, 2009 | 8 Komentar »
berpikir
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Februari 23, 2009 | 5 Komentar »
saya sedang berpikir
hari ini
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Februari 21, 2009 | 6 Komentar »
jadi pembicara bareng farah di unlam untuk buku gelas ibu. makan nasi padang bareng sandi dan aliansyah pake honor pembicara (hehe) ada tamu dari castrol (calon rekanan) dapat oleh-oleh wadai satu dari ifit (negara) dikunjungi istri di kantor kawan datang dari tanjung, tapi belum ketemu (bawa apa dia, ya) ada apa lagi, ya….
sunyi
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Februari 19, 2009 | 5 Komentar »
sunyi banar
AKU LUPA
Diposkan dalam Puisi pada Februari 12, 2009 | 15 Komentar »
Aku lupa Engkaulah yang bercahaya Sementara aku redup di balik bayangmu Menggigil dalam dingin yang kau tiupkan padaku Aku lupa Aku hanya tulang, tengkorak Dan kulit yang membalut daging Si pongah berkacak pinggang menantang cermin :dan kudapati bayangku hanya Bias dari cahayamu
impresionis(me)
Diposkan dalam Lukisan pada Februari 11, 2009 | 8 Komentar »
saya ingat betul sewaktu pertama kali mengenal seni lukis akademis, buku-buku tentang impressionisme adalah buku-buku awal yang memikat saya. dari buku-buku (yang rata-rata) berbahasa inggris itu yang menarik perhatian saya adalah warna-warna yang terang, sapuan-sapuan yang impresif, dan garis-garis yang seakan digores dengan cara menerbangkan kuas di permukaan kanvas itu. claude monet. tokoh panutan saya [...]
Keluarga
Diposkan dalam Esai pada Februari 9, 2009 | 8 Komentar »
Siapa yang kita miliki di dalam hidup ini, yang datang memberikan pertolongan di saat tersusah, tempat kita berbagi di kala berlimpah, tempat kita mengucap sekadar kata “maaf”, atau “tolong” atau ekspressi kebanggaan kecil ketika memiliki anak pertama? Siapa lagi yang kita harap, kecuali keluarga.
ANAK AYAHKU YANG SEDERHANA
Diposkan dalam Puisi pada Februari 7, 2009 | 6 Komentar »
Wajahnya lugu Bermain depan rumahku Tercebur ke sungai, lalu hilang diri; Entah bagaimana, Suatu hari ia menjelma garuda Turun dari langit, dan berkata: “ayah, selamatkan aku!” O, alangkah mirisnya Dalam sungai yang bergemuruh disapu arus Terus tenggelam Terus tenggelam.
Engkau Tak Peduli Lagi
Diposkan dalam Cerpen pada Februari 7, 2009 | 6 Komentar »
Engkau ingin insaf dari kebodohan selama ini. Dan engkau mengungkapkannya padaku dengan mata yang nampak menertawakan diri sendiri. Aku bertanya padamu, “Insaf bagaimana? Insaf dari apa? Memang sekarang belum insaf, ya?” Kau hanya tersenyum. Aku sedikit bingung, tapi kubiarkan saja.
Orang Banjar Berbudaya
Diposkan dalam Esai pada Februari 6, 2009 | 5 Komentar »
Melihat kota-kota tua yang masih meninggalkan jejak budaya masa lalunya yang terjaga, seperti Jogja dan Bali (menyebut dua contoh di Indonesia yang pernah kulihat) membuatku selalu menerawang. Terbayang di benakku sungai kecoklatan di kotaku: Banjarmasin. Terbayang dalam benakku arus yang mengaliri, terkadang pelan-gemulai seperti gerakan penari kraton yang indah, terkadang landas(begitu kami menyebutnya di Banjarmasin: [...]