Diposkan dalam Puisi pada Maret 28, 2009 | 14 Komentar »
Kau datang
Tapi kau datang saja
Sementara waktu berlalu lama
Ada yang terkikis bersama senja
Tapi kau datang juga
Membawa batu merah bara
Aku tersudut di ujung pintu
Sementara hari berlalu, berlalu
Lalu kau datang juga
Aku tak mampu menyambutmu
Dengan senyum seperti dulu
Lalu tubuh pun belah
Batu memecah-mecah
Di sudut pintu
Waktu hanya sendu
ADAKAH KITA BENAR-BENAR ADA
Adakah kita benar-benar ada.
Tanyalah langit, kata kawanku.
Ia seorang yang pemalu, [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Esai pada Maret 21, 2009 | 8 Komentar »
Sebuah luka sering menyadarkan kita betapa yang kita cari pada sebuah momen ternyata bukanlah yang kita cari sebenarnya. Ketika perih itu datang dan borok menganga, pahamlah kita bahwa setiap kita memaksa diri untuk bergerak ke arah mana hati kita tak menuju, mungkin kita akan mendapat perih yang menyayat.
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Perjalanan pada Maret 16, 2009 | 9 Komentar »
pangkalan bun 3
kota ini kota kecil. kota ini kota yang indah. pertama kali dibawa mutar-mutar sama teman, kukira kota ini cukup besar (melihat kenyataan banyaknya belokan dan jalan-jalan kecil), nyatanya setelah beberapa hari di sini belokan itu adalah belokan yang itu-itu juga–hanya karena temanku ingin melihatkan beberapa sudut pangkalan bun, makanya dia mutar-mutar. hehehe.
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Maret 14, 2009 | 3 Komentar »
kau membuatku seperti seorang anak yang menagih janji bapaknya
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Maret 7, 2009 | 9 Komentar »
aku terdampar di sini. sebuah kota. pangkalan buun. pangkalan bun. kota kecil ini, saat kulihat dari udara saat menuju ke sini, dikelilingi hutan, pohon-pohon dan sungai yang meliuk-liuk–seperti ular raksasa.
aku dijemput agus. teman lama yang baru saja datang dari bandung ke kampung halamannya. sepanjang jalan kedatangan dan beberapa hari ini aku banyak naya sama agus, [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Esai pada Maret 2, 2009 | 16 Komentar »
Apakah yang benar-benar kita miliki dalam hidup ini? Uang, rumah, tanah, keluarga, teman, musuh; adakah yang benar-benar kita miliki sehingga semuanya itu akan terus menjadi milik kita sepanjang hidup saat ini, dan kematian nanti. Adakah yang akan terus menemani kita, menyediakan “dirinya” terhadap kita untuk kita miliki sepenuhnya dan selamanya. Entahlah.
Untuk mentranslate bahasa