Cerpen-cerpen Hajriansyah (Banjarmasin,10 Oktober 1979) masih menyisakan aroma tanah, percakapan yang intim, keakraban alam dan kebersahajaan kampung halaman—sekalipun semua itu lebih banyak muncul dalam kenangan. Sebaliknya, di beberapa cerpennya yang lain, Hajriansyah mencoba membuat jarak dengan segala sumber harmoni itu; dan ia berhasil mengaduk-aduk suasana lewat percakapan batin (soliloqui) yang berbau filosofis, pergulatan eksistensial [...]
Arsip untuk Mei, 2009
Pengantar Penerbit
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Mei 29, 2009 | 17 Komentar »
BYAR PET: LANGIT LEBIH TERANG!
Diposkan dalam Puisi pada Mei 23, 2009 | 13 Komentar »
Lain kali jika tiba-tiba listrik padam pada malam hari,
cobalah menghibur diri dengan pergi keluar rumah
(Nassim Nicholas Taleb; Black Swan)
1
Kota ini milik siapa
Lihatlah saat malam tak berbintang
Dan lampu padam, benarkah kota ini milik kita
Entahlah; coba tanya pak gubernur
Atau gm-nya PLN, atau coba tanya pada pencatat meteran
Yang setiap bulan berjalan dari rumah ke rumah [...]
dua puisi
Diposkan dalam Puisi pada Mei 16, 2009 | 6 Komentar »
Rumah sakit
Aida nampak kurus dan lemah
Aku hampir tak dapat tidur
Istriku yang terjaga
Lalu malam bersama deru kipas angin dan suara kodok
Rssi, 13-14 mei 2009
Hidup
Jika bertanya tentang hidup
Bertanya pulalah bagaimana mengisinya dengan lebih baik, ya.
Rssi-thr, 14-16 mei 2009
Lelaki Pemburu Petir
Diposkan dalam Cerpen pada Mei 11, 2009 | 10 Komentar »
Cerita ini bermula dari sebuah catatan dari seorang sarjana yang datang dari kota ke kampung kami. Kami paham, bahwa petir memang demikian indah. Di ujung kampung, di tebing sungai di bawah pohon rambai yang menjuntai indah, kami permaklumkan sebagai kubur Datu Petir; seorang yang bijaksana yang pernah mengajari kami tentang potensi kebaikan pada [...]
Penjara Tubuh dan Keniscayaan
Diposkan dalam Esai pada Mei 7, 2009 | 5 Komentar »
Apakah tubuh yang kita gerakkan berdasarkan kehendak pikiran kita ini adalah sebuah media belaka. Manakah yang sebenarnya menggerakkan pikiran, lalu tubuh, lalu mewujud pertumbuhan; dalam hidup pribadi, dalam hidup masyarakat yang banyak. Lalu, apakah benda-benda itu—yang berserak di sekitar kita, yang terus-menerus menyita perhatian kita, yang menuntut sebuah perubahan dalam geraknya.
Ruang Puisi Yang Gelap
Diposkan dalam Tak Berkategori pada Mei 3, 2009 | 6 Komentar »
Setiap kali membaca puisi apa sebenarnya yang tengah kita rasakan. Adakah kita benar-benar paham terhadap susunan kata yang seringkali menjalin kekusutan itu. Seolah sebuah dunia yang lain tengah berdiri tegak di samping dunia kita yang sehari-hari ini. Dunia itu begitu gelap sehingga dengan sedikit cemas kita memandanginya. Seperti cerita-cerita di film horror, kita tengah berdiri [...]