Cerpen-cerpen Hajriansyah (Banjarmasin,10 Oktober 1979) masih menyisakan aroma tanah, percakapan yang intim, keakraban alam dan kebersahajaan kampung halaman—sekalipun semua itu lebih banyak muncul dalam kenangan. Sebaliknya, di beberapa cerpennya yang lain, Hajriansyah mencoba membuat jarak dengan segala sumber harmoni itu; dan ia berhasil mengaduk-aduk suasana lewat percakapan batin (soliloqui) yang berbau filosofis, pergulatan eksistensial serta kegelisahan personal tokoh-tokohnya. Antara kearifan kolektif dan pencarian personal, di sanalah kiranya Hajriansyah menemukan momentum kreatifnya.
Di tangan Hajriansyah, lokalitas dan modernitas saling melintas, meski ujung-ujungnya kemajuan yang diharapkan malah menggilas. Hal ini terlihat dari rusaknya alam dan bergesernya tradisi yang dihayati secara kolektif. Sungai, hutan dan masyarakat pedalaman Kalimantan—tanah kampung-halamannya, latar utama cerpen-cerpen di sini—memasuki fase kritis, jika bukan disharmoni. Akan tetapi harapan mesti terus ditegakkan, setidaknya dalam kearifan lokal yang tersisa; ladang harus tetap diolah, sungai mesti terus dilayari. Meski “angin besar”—sebagai metafor perubahan—senantiasa “menggerus ladang-ladang kami”, toh rasanya berpantang meninggalkan tanah kelahiran, gelanggang hidup yang sejati. Betapapun sederhananya, sikap ini menunjukkan bahwa lari dari konflik—katakanlah meninggalkan ladang ke tanah seberang—tidak selalu baik; konflik harus dihadapi, dicarikan jalan keluar, bukan jadi alasan kepergian apalagi pelarian.
Sikap bertahan semacam ini tentu bukan tanpa resiko. Seseorang tidak saja dituntut punya kesabaran berlebih, namun tak kalah penting merumuskan cara untuk bertahan. Nah, di sinilah menariknya: upaya bertahan tidak lagi bergantung pada tata cara atau sistem kolektif-massal, namun hasil pencarian masing-masing tokoh. Maka muncullah tokoh-tokoh yang memiliki karakter unik dari tangan Hajriansyah. Tokoh yang secara psikologis mungkin dianggap “ganjil”, dan memiliki tata cara personal yang kadang “aneh” tapi dengan itulah mereka berhasil bertahan. Ada yang berdialog (atau bermonolog?) dengan dirinya sendiri, menari ala sufi, berjuang terus menuntaskan lukisan pemandangan surga, berefleksi dalam halusinasi, berdamai dengan mimpi yang memunculkan suara-suara kearifan, dan seterusnya.
Demikianlah, buku ini menghimpun upaya-upaya kecil yang dilakukan orang-orang kecil dalam menghadapi perubahan besar, dan dalam kenyataannya tidak hanya menggerus ladang-ladang tempat bercocok-tanam, tapi nyaris segala sisi kehidupan. Pengarangnya dengan menarik menyajikan upaya tersebut dalam cerita yang hidup dan mengalir, lumayan mampu menghanyutkan kita dari suntuk keseharian ke sebuah oase penuh renungan.
Selamat membaca!
Yogyakarta, April 2009
Framepublishing
catatan: buku kumpulan cerpen “Angin Besar Menggerus Ladang-ladang Kami” ini dapat dipesan di sini; dengan harga rp. 30.000,- buku ini memuat 14 cerpen karya hajriansyah; berjumlah 181 halaman, dengan ukuran 13,5×20 cm. untuk pemesanan di atas 10 buku mendapatkan bonus satu buku. harga belum termasuk ongkos kirim, kecuali di atas 10 buku.
… dan perlu diketahui juga, setiap cerpen dalam buku ini diberi ilustrasi karya Sandi Firly. (hehee….)
ya, benar! ada 14 ilustrasi yang indah, untuk setiap cerpennya.
kayaknya kudu beli ni, dah ada di toko buku belum ya??
harus, dong!
nah, saya gak tahu. penerbit yang ngurus distribusinya, tapi kebiasaan sih ada. coba aja mas dicari, atau mau langsung beli sama saya plus tandatangannya. hehe..
Wah buku! Ada bajakannya atau tidak ya? He he he he….
Rp 30.000,00 itu masih dapat dikurangi ‘kan, seperti Rp 25.599,00?
nah… ketahuan yang ketuju nukar buku bajakan, sekalinya ada di sini orangnya. hehe
bisa aja…
Ass.
Sampul nya menarik dan imajinatif, apa lukisan sendiri?
sukses selalu.
ya, dari lukisan sendiri.
trims.
Kapan ada peluncuran bukunya?
mudah-mudahan segera. nanti ada kabarnya. trims.
Bonus bukunya rokok marlboro kah ?
Ayu ja, Insya Allah amun ada rezeki ana nukar bukunya. Di gramedia ada kalo ?
Sukses wal lah…!
aja, gsan ente, ana bonusi marlboro, wal ai.
langsung nukar ke ana ja, di gramedia belum ada–tapi segera kutitip di sana–dan di sana kedada bonus marlboro.
trims!
wah, mas hajri udah ngeluarin kumcer!
aku mau pesan deh! tapi aku nggak punya alamat email mas hajri untuk memberitahukan alamat pengirimannya dan lain-lain urusan yang terkait.
sampulnya keren abis! bener kontribusi mas sandi atau karya mas hajri? komposisi warnanya yang rame itu mirip juga dengan karakter lukisan mas hajri soalnya.
selamat!
ah, lama ibu tak berkunjung ke sini–membuat saya rindu.
ini email saya: hajrian@yahoo.co.id.
sampulnya (croping) dari lukisan saya yang berjudul “keluarga”. di dalam buku ini, di setiap permulaan cerpen ada ilustrasi2 yang indah, karya sandi.
trims!
#marshmallow:
kalau cover-nya, itu karya hajri. tapi ilustrasi cerpen di dalamnya lebih keren lagi, mbak, hehe…
ya, keren… kaya orgnya jua, lo? hehe
perkenalkan: ini sahabat saya sandi firly, redaktur pelaksana pada harian radar banjarmasin, orang yang membuat ilustrasi-ilustrasi yang indah untuk setiap cerpen saya di dalam kumpulan ini.
trims, wal!
Assalaamu’alaikum….
Subhanallah…mengapa baharu kini saya perasaan saudara Hajriansyah ada blog atau saya lupa. Maaf kalau berlaku sedemikian. Pertama kali (atau pernah ?) menjejak tinta di sini, saya dihidangkan buku yang menarik sekali terutamanya muka depan buku itu….tetapi jelas dan sebenarnya… he..he..he.. memeningkan kepala saya untuk menaksir makna yang tersirat. maaf. Lakaran seperti itu sukar bagi saya. Semoga berjaya dan syabas jika ada perlancaran bukunya. Salam hormat dari Sarawak.
hehe… trima kasih bu siti sudah berkunjung. (interpretasi) makna itu, kata seseorang, letaknya bukan di objek yang dipandang, melainkan pada mata (subjek) yang memandang, jadi janganlah terlalu dibuat sulit.
salam hormat juga dari saya.
Ana katuju banar judulnya “Angin besar menggerus ladang-ladang kami”, dahsyat banar…!
Awas amun isinya kada dahsyat lah…!
***mengkhayal*** “kapan daku sperti dikau??”…
diangsanakni Rp. 30.000 jua lah mun handak membacan cerpen ente? biaya kirim ja pang kaya apa hehehehehe…
oke ana faham sekarang, 30.000 untuk biaya ilustasi rupanya. hehehehe
Biaya ilustrasinya berarti nang larang kah wal ?
mbah, amun perlu iilussionis handal, hubungi saurang lah…
sttt… jgn terlalu sering menyebut ilustrasinya, cerpennya lebih dahsyat; perenungan-perenungan sufistik. Coba baca saja..
aku pesan satu, serius.. sms ke 081251041077 pembayaran gimana?
wah, saya baru membaca balasannya.
oke, ntar saya kirim email buat alamat pengiriman dsb.
@sandi:
percaya, mas sandi. pasti bagus, baik tulisan maupun ilustrasinya. makanya saya nggak sabar buat memiliki bukunya nih.