Cerita ini bermula dari sebuah catatan dari seorang sarjana yang datang dari kota ke kampung kami. Kami paham, bahwa petir memang demikian indah. Di ujung kampung, di tebing sungai di bawah pohon rambai yang menjuntai indah, kami permaklumkan sebagai kubur Datu Petir; seorang yang bijaksana yang pernah mengajari kami tentang potensi kebaikan pada [...]
Arsip untuk ‘Cerpen’ Kategori
Lelaki Pemburu Petir
Diposkan dalam Cerpen pada Mei 11, 2009 | 10 Komentar »
Di Panggung Seniman Tua
Diposkan dalam Cerpen pada April 12, 2009 | 8 Komentar »
Seorang seniman tua duduk di kursi sana. Di sebuah panggung. Matanya berlinangan. Ia memendam kebanggaan di basah kedua matanya. Panggung begitu mewah baginya malam ini. Sudah lama tak seperti ini, pikirnya, sejak pertama kali menaiki panggung semasih mudanya.
Malam itu banyak sekali pejabat yang datang, membawa puja-puji penuh keharuan. Orang datang begitu banyak, dan gedung kesenian [...]
Engkau Tak Peduli Lagi
Diposkan dalam Cerpen pada Februari 7, 2009 | 6 Komentar »
Engkau ingin insaf dari kebodohan selama ini. Dan engkau mengungkapkannya padaku dengan mata yang nampak menertawakan diri sendiri.
Aku bertanya padamu, “Insaf bagaimana? Insaf dari apa? Memang sekarang belum insaf, ya?”
Kau hanya tersenyum. Aku sedikit bingung, tapi kubiarkan saja.
Ada Buaya di Keluasan Sana!
Diposkan dalam Cerpen pada Februari 2, 2009 | 7 Komentar »
Tulis saja! Tulis saja, katanya, sehingga aku kelimpungan juga mengadapi tuntutan yang semena-mena ini. Aku ingin berhenti sebentar saja, sekiranya aku dapat mengirup udara, menenangkan batinku atas hujatan pikiran yang terus berlari. Aku ingin sebentar saja mengungsi ke ruang yang lebih luas. Tapi waktu terus berlari, dan ruang memang sempit, kata pikiranku lagi. Lalu bagaimana [...]
suatu hari menari
Diposkan dalam Cerpen pada Januari 13, 2009 | 3 Komentar »
Cerpen : Hajriansyah
MELIHAT gadis-gadis itu menari, memandang kecantikan paras muda mereka yang besinaran membuatku seperti menari dalam imaji yang keputihan. Suara musik yang menyayat-nyayat dan suara penyanyinya yang terseok-seok ditingkahi keriangan yang meriah.
Yulalin..yulan-yulalin.
Mereka menari sembari tertawa.
Goyangan badan mereka, alunan tangan gemulai, dan gerakan kaki ritmis seperti membawa angin yang menepuk-nepuk pundakku.
Dari cermin depan wajahku kupandang [...]
Seseorang Pergi Jauh
Diposkan dalam Cerpen pada April 10, 2008 | 7 Komentar »
Cerpen : Hajriansyah
Seseorang pergi jauh, melampaui kecemasannya akan waktu. Ia yang selama ini lebih dikenal sebagai Udin yang pegawai rendahan biasa pada sebuah perusahaan ekspor-impor di Kalimantan, telah mengakhiri masa-masa kebimbangannya akan bagaimana masa depannya kelak.
Udin memang sudah berkeluarga, dan ia telah memiliki dua orang permata hatinya; seorang putri yang manis seumur sebelas [...]