Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori

Sajak Buaya-Buaya

#1 Wajahnya masih saja membayang Keindahan memang tak mudah hilang Baju hijau dan celana coklat Muka sedikit berjerawat Aku tak paham siapa membuang kenangan Siapa membuang penuh kesia-siaan Siapa terkurung di keremangan Siapa mencari lalu salah berjalan “Padahal di hati Kita tetap manusia, bukan?” “Apakah pernah, kita Menjadi selain manusia?” “Hanya saja mereka memandangku Sebagai [...]

Untuk mentranslate bahasa

Episode kita

1 Menulis seperti membadai saja aku tak mengerti meski kusebut pula nama yang tak kukehendaki tapi kau begitu mengekorku aku jadi kikuk tersudut di pojok waktu meringkuk bagai musang terpanah rembulan, yang kau dengar hanya dengus napasku meski kau tak jua tahu betapa semua itu mencair bagai es di mulutku bersama tanggalnya gigi depanku yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

puisi (juli)

HAMPA Semuanya bersisa batu Bahkan di ujung mimpimu semuanya tinggal batu Lalu kita bermimpi mengangkat kembali batu fana itu Lalu, kehampaan bagaimana lagi yang kita harapkan Mengunjungi makammu, semuanya hilang Lesap ke dalam batu: Dan mimpimu, yang kau besar-besarkan itu, nyatanya cuma batu!

Untuk mentranslate bahasa

puisi-puisi

HIKAYAT PENGAYUH PERAHU 1 Subhanallah! Berkilauan cahaya dari lembah itu Yang memancar dari balik pegunungan meratus yang meliku Sungai-sungai berkelok menyapu pasir Yang terus naik ke hulu, lalu luruh kembali lewat tanganmu Ribuan bakau menjagamu Memagar atas gelombang yang bisa saja naik ke rumahmu Ulin-ulin raksasa tiang tegak memaku jantungmu Jangan habis kau tebangi—nanti hilanglah [...]

Untuk mentranslate bahasa

BYAR PET: LANGIT LEBIH TERANG!

Lain kali jika tiba-tiba listrik padam pada malam hari, cobalah menghibur diri dengan pergi keluar rumah (Nassim Nicholas Taleb; Black Swan) 1 Kota ini milik siapa Lihatlah saat malam tak berbintang Dan lampu padam, benarkah kota ini milik kita Entahlah; coba tanya pak gubernur Atau gm-nya PLN, atau coba tanya pada pencatat meteran Yang setiap [...]

Untuk mentranslate bahasa

dua puisi

Rumah sakit Aida nampak kurus dan lemah Aku hampir tak dapat tidur Istriku yang terjaga Lalu malam bersama deru kipas angin dan suara kodok Rssi, 13-14 mei 2009 Hidup Jika bertanya tentang hidup Bertanya pulalah bagaimana mengisinya dengan lebih baik, ya. Rssi-thr, 14-16 mei 2009

Untuk mentranslate bahasa

puisi-puisi

Kau datang Tapi kau datang saja Sementara waktu berlalu lama Ada yang terkikis bersama senja   Tapi kau datang juga Membawa batu merah bara Aku tersudut di ujung pintu Sementara hari berlalu, berlalu   Lalu kau datang juga Aku tak mampu menyambutmu Dengan senyum seperti dulu   Lalu tubuh pun belah Batu memecah-mecah Di sudut [...]

Untuk mentranslate bahasa

AKU LUPA

Aku lupa Engkaulah yang bercahaya Sementara aku redup di balik bayangmu Menggigil dalam dingin yang kau tiupkan padaku Aku lupa Aku hanya tulang, tengkorak Dan kulit yang membalut daging Si pongah berkacak pinggang menantang cermin :dan kudapati bayangku hanya Bias dari cahayamu

Untuk mentranslate bahasa

ANAK AYAHKU YANG SEDERHANA

Wajahnya lugu Bermain depan rumahku Tercebur ke sungai, lalu hilang diri; Entah bagaimana, Suatu hari ia menjelma garuda Turun dari langit, dan berkata: “ayah, selamatkan aku!” O, alangkah mirisnya Dalam sungai yang bergemuruh disapu arus Terus tenggelam Terus tenggelam.

Untuk mentranslate bahasa

Tenggelam-lah

Jika datang kemenangan serupa bintang Lalu awan-awan berkejaran dan sungai Tetap mengalir tenang, maka mendekatlah Mendekatlah pada keluasan serupa batu Dilemparkan ke laut tak berbatas: Tenggelamlah! Bekerjalah!

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.