#1 Wajahnya masih saja membayang Keindahan memang tak mudah hilang Baju hijau dan celana coklat Muka sedikit berjerawat Aku tak paham siapa membuang kenangan Siapa membuang penuh kesia-siaan Siapa terkurung di keremangan Siapa mencari lalu salah berjalan “Padahal di hati Kita tetap manusia, bukan?” “Apakah pernah, kita Menjadi selain manusia?” “Hanya saja mereka memandangku Sebagai [...]
Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori
Sajak Buaya-Buaya
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 29, 2009 | 6 Komentar »
Episode kita
Diposkan dalam Puisi pada Juli 29, 2009 | 6 Komentar »
1 Menulis seperti membadai saja aku tak mengerti meski kusebut pula nama yang tak kukehendaki tapi kau begitu mengekorku aku jadi kikuk tersudut di pojok waktu meringkuk bagai musang terpanah rembulan, yang kau dengar hanya dengus napasku meski kau tak jua tahu betapa semua itu mencair bagai es di mulutku bersama tanggalnya gigi depanku yang [...]
puisi (juli)
Diposkan dalam Puisi pada Juli 18, 2009 | 6 Komentar »
HAMPA Semuanya bersisa batu Bahkan di ujung mimpimu semuanya tinggal batu Lalu kita bermimpi mengangkat kembali batu fana itu Lalu, kehampaan bagaimana lagi yang kita harapkan Mengunjungi makammu, semuanya hilang Lesap ke dalam batu: Dan mimpimu, yang kau besar-besarkan itu, nyatanya cuma batu!
puisi-puisi
Diposkan dalam Puisi pada Juni 23, 2009 | 10 Komentar »
HIKAYAT PENGAYUH PERAHU 1 Subhanallah! Berkilauan cahaya dari lembah itu Yang memancar dari balik pegunungan meratus yang meliku Sungai-sungai berkelok menyapu pasir Yang terus naik ke hulu, lalu luruh kembali lewat tanganmu Ribuan bakau menjagamu Memagar atas gelombang yang bisa saja naik ke rumahmu Ulin-ulin raksasa tiang tegak memaku jantungmu Jangan habis kau tebangi—nanti hilanglah [...]
BYAR PET: LANGIT LEBIH TERANG!
Diposkan dalam Puisi pada Mei 23, 2009 | 13 Komentar »
Lain kali jika tiba-tiba listrik padam pada malam hari, cobalah menghibur diri dengan pergi keluar rumah (Nassim Nicholas Taleb; Black Swan) 1 Kota ini milik siapa Lihatlah saat malam tak berbintang Dan lampu padam, benarkah kota ini milik kita Entahlah; coba tanya pak gubernur Atau gm-nya PLN, atau coba tanya pada pencatat meteran Yang setiap [...]
dua puisi
Diposkan dalam Puisi pada Mei 16, 2009 | 6 Komentar »
Rumah sakit Aida nampak kurus dan lemah Aku hampir tak dapat tidur Istriku yang terjaga Lalu malam bersama deru kipas angin dan suara kodok Rssi, 13-14 mei 2009 Hidup Jika bertanya tentang hidup Bertanya pulalah bagaimana mengisinya dengan lebih baik, ya. Rssi-thr, 14-16 mei 2009
puisi-puisi
Diposkan dalam Puisi pada Maret 28, 2009 | 14 Komentar »
Kau datang Tapi kau datang saja Sementara waktu berlalu lama Ada yang terkikis bersama senja Tapi kau datang juga Membawa batu merah bara Aku tersudut di ujung pintu Sementara hari berlalu, berlalu Lalu kau datang juga Aku tak mampu menyambutmu Dengan senyum seperti dulu Lalu tubuh pun belah Batu memecah-mecah Di sudut [...]
AKU LUPA
Diposkan dalam Puisi pada Februari 12, 2009 | 15 Komentar »
Aku lupa Engkaulah yang bercahaya Sementara aku redup di balik bayangmu Menggigil dalam dingin yang kau tiupkan padaku Aku lupa Aku hanya tulang, tengkorak Dan kulit yang membalut daging Si pongah berkacak pinggang menantang cermin :dan kudapati bayangku hanya Bias dari cahayamu
ANAK AYAHKU YANG SEDERHANA
Diposkan dalam Puisi pada Februari 7, 2009 | 6 Komentar »
Wajahnya lugu Bermain depan rumahku Tercebur ke sungai, lalu hilang diri; Entah bagaimana, Suatu hari ia menjelma garuda Turun dari langit, dan berkata: “ayah, selamatkan aku!” O, alangkah mirisnya Dalam sungai yang bergemuruh disapu arus Terus tenggelam Terus tenggelam.
Tenggelam-lah
Diposkan dalam Puisi pada Februari 3, 2009 | 8 Komentar »
Jika datang kemenangan serupa bintang Lalu awan-awan berkejaran dan sungai Tetap mengalir tenang, maka mendekatlah Mendekatlah pada keluasan serupa batu Dilemparkan ke laut tak berbatas: Tenggelamlah! Bekerjalah!