Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2009

jika seorang teman datang dari jauh, apa yang ‘kan kau katakan padanya. hai? halo? ataukah: “ah, lama tak berjumpa. mari bicara sepanjang malam dan siang.”

Iklan

Read Full Post »

berpikir

saya sedang berpikir

Read Full Post »

hari ini

jadi pembicara bareng farah di unlam untuk buku gelas ibu.

makan nasi padang bareng sandi dan aliansyah pake honor pembicara (hehe)

ada tamu dari castrol (calon rekanan)

dapat oleh-oleh wadai satu dari ifit (negara)

dikunjungi istri di kantor

kawan datang dari tanjung, tapi belum ketemu (bawa apa dia, ya)

ada apa lagi, ya….

Read Full Post »

sunyi

sunyi banar

Read Full Post »

AKU LUPA

Aku lupa
Engkaulah yang bercahaya
Sementara aku redup di balik bayangmu
Menggigil dalam dingin yang kau tiupkan padaku

Aku lupa
Aku hanya tulang, tengkorak
Dan kulit yang membalut daging
Si pongah berkacak pinggang menantang cermin

:dan kudapati bayangku hanya
Bias dari cahayamu

Read Full Post »

impresionis(me)

impressionism_monet2saya ingat betul sewaktu pertama kali mengenal seni lukis akademis, buku-buku tentang impressionisme adalah buku-buku awal yang memikat saya. dari buku-buku (yang rata-rata) berbahasa inggris itu yang menarik perhatian saya adalah warna-warna yang terang, sapuan-sapuan yang impresif, dan garis-garis yang seakan digores dengan cara menerbangkan kuas di permukaan kanvas itu.

claude monet. tokoh panutan saya saat itu. dalam praktek seni lukis I (di MSD, sebelum di ISI) saya selalu dipengaruhi monet. dan saya bangga sekali jika sedikit saja dari coretan (dan warna) itu ada mirip-mirip dengan karya-karya  monet–wah, rasanya lukisan saya berhasil: bagus!

ya, setidaknya dari sanalah saya mulai melukis, meskipun kemudian lukisan saya berkembang jauh dari itu.

impresionisme monet–seperti yang saya pahami saat itu–adalah sebuah upaya (melukis) di bawah bayang-bayang pemikiran yang berkembang saat itu dalam dunia/ ilmu fisika. (lebih…)

Read Full Post »

Keluarga

Siapa yang kita miliki di dalam hidup ini, yang datang memberikan pertolongan di saat tersusah, tempat kita berbagi di kala berlimpah, tempat kita mengucap sekadar kata “maaf”, atau “tolong” atau ekspressi kebanggaan kecil ketika memiliki anak pertama?

Siapa lagi yang kita harap, kecuali keluarga. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »