Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2009

Sajak Buaya-Buaya

#1

Wajahnya masih saja membayang

Keindahan memang tak mudah hilang

Baju hijau dan celana coklat

Muka sedikit berjerawat

Aku tak paham siapa membuang kenangan

Siapa membuang penuh kesia-siaan

Siapa terkurung di keremangan

Siapa mencari lalu salah berjalan

“Padahal di hati

Kita tetap manusia, bukan?”

“Apakah pernah, kita

Menjadi selain manusia?”

“Hanya saja mereka memandangku

Sebagai hewan yang dimanfaatkan.”

Aku tak paham siapa membuang kenangan

Padahal langit masih sama terang. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

jumat (10/7/09), sejak pukul 07.30 wib kami mulai menyisir jawa bagian timur (surabaya) sampai  ke ujung madura, (kabupaten) sumenep. perjalanan ini terencana begitu saja saat di atas pesawat yang kutumpangi dari banjarmasin menuju surabaya (sehari sebelumnya) melintasi laut, menampakkan pesisir yang indah dari balik awan yang bergeseran. tiba-tiba saja saya ingin ke madura, kampung halaman seorang teman.

ini perjalanan yang demikian singkat—3,5 jam perjalanan menuju sumenep, 2 jam di sumenep, dan 3,5 jam-an kembali ke surabaya—sehingga saya hampir tak dapat mengatakan apa-apa (detailnya) tentang madura, kecuali pesisirnya yang mengesankan saya. (lebih…)

Read Full Post »

sunnatullah

selalu ada kelahiran, kemudian kehidupan, kemudian kematian…

selamat jalan Razaan Aiman Tisan, titip salam om pada Sang Maha Rahman.

kawan, sabar lah..

Read Full Post »

akhirnya, kali ini (30/07/09-2/08/09) saya berkesempatan menginjakkan kaki ke tanah sumatera, tepatnya di kepulauan bangka-belitung–lebih mudah dan lumrahnya disebut babel. ini kesempatan pertama saya, sehingga saat masih di atas pesawat saya berusaha untuk benar-benar memerhatikan pulau (kepulauan) ini sekhusuknya. di pesawat saya duduk jauh dari jendela, sehingga saya harus menyondongkan badan untuk keinginan saya yang satu ini–dan untungnya di samping saya teman saya (kami berangkat berempat) sehingga saya tak perlu merasa sungkan.

dari atas–secara sepintas–sama halnya seperti ke banjarmasin, wilayah ini penuh dengan pepohonan, katakanlah hutan, dan ketika mulai masuk ke wilayah kepulauan babel nampaklah “keindahan” itu: danau-danau bentukan dari penambangan timah, mungkin sejauh ratusan tahun, antara kehijauan dan yang kering, terusan, dan… pulau bangka! (lebih…)

Read Full Post »