Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2009

Kita tak mungkin menyerah kawan. Pertempuran ini milik kita, dan pada akhirnya kita telah melibatkan banyak orang. Entah siapa saja. Kita sudah berdiri di sini hari ini. Sudah terlalu banyak sumber daya yang kita korbankan, maka kita tak bisa menyerah. Kemungkinannya hanyalah terus maju; menang dan kalah bukanlah soal yang penting lagi. Kemungkinan yang lain adalah menyusun strategi kembali. Memetakan barisan dan lingkungan. Mencari titik strategis untuk bersiap menyerang. Percayalah kawan, ini bukan soal ambisi pribadi lagi. Ini soal bagaimana kita mengabdikan diri pada banyak hal yang telah kita korbankan dalam hidup. Bersiaplah! Hanya ini yang kita bisa. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

rambut…

karena seorang teman telah berbagi tentang persoalan rambutnya, yang memberinya satu kesimpulan, “ternyata kita tidak pernah sepenuhnya mengenal diri kita sendiri, betapapun lamanya kita berkenalan dengannya. dan…”* maka saya juga terpancing untuk memajang foto-foto ini. (lebih…)

Read Full Post »

minggu lalu (7 – 10/10/09) saya berkesempatan untuk kali pertama mengunjungi muara teweh, ibukota dari kabupaten barito utara, kalimantan tengah. sebuah kota kecil di antara liku-liku pegunungan meratus (?) sebelah utara. sebenarnya sudah lama ingin (dan beberapa kali mendapat tawaran dari keluarga saya yang ada di sini) ke sini, mengingat tempat ini adalah salah satu dari invasi dagang orang-orang dari kampung halaman ibu saya (amuntai), dan cukup banyak keluarga saya di sini.

keluar dari wilayah kalimantan selatan di hulu sungai utara, saya memasuki kabupaten barito timur (tamiyang layang), kalimantan tengah. (lebih…)

Read Full Post »

marc chagall*

1chagmarc chagall lahir hampir setengah abad sesudah rousseau (henri rousseau), namun karya-karyanya telah membuat dampak bagi periode akhir lukisan rousseau yang berpengaruh.

chagall lahir di vitebsk, rusia, pada tahun 1887 dari keluarga yahudi yang miskin. ayahnya, seorang sederhana dan dikenal baik hati, bekerja di depot ikan haring. ibunya, seorang ibu rumah tangga dengan 10 orang anak–delapan perempuan dan dua laki-laki–membuka usaha warung makan kecil. (lebih…)

Read Full Post »

Kesiapan

Apa yang tak kita miliki di tengah beruntunnya bencana yang menimpa dunia (kita) akhir-akhir ini. Kesiapan, salah satunya. Tentu bagi kita yang tidak mengalaminya secara langsung mengatakan hal ini begitu mudahnya; dan bagi yang mengalaminya secara langsung tentu yang tersisanya hanya kesedihan. Tapi, sejauh mana kesedihan dapat hinggap di diri kita. Entahlah, masing-masing orang berbeda cara penanganannya.

Maka, setelah datang satu masalah atau musibah, yang lain akan terasa datang beruntun-runtun. Tapi, bukankah yang begini yang mengajarkan pada kita pentingnya arti kesiapan. (lebih…)

Read Full Post »