Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2010

sebelum sampai di penajam pada jam tujuh pagi, kami melewati sebuah desa yang namanya cukup membuat kami tersenyum, “babulu darat”. desa yang cukup ramai, karena ada tempat persinggahan untuk makan dan toko-toko di pinggir jalan–bahkan setelah pulang seorang tempat sempat menceritakan anekdot tentang seorang kakek yang bertanya pada seorang gadis di bus menjelang desa ini, ” sudah babulukah, nak?”

balikpapan adalah kota metropolis yang heterogen penduduknya, bahkan “jauh” dari banjarmasin jauh sebelum ini. pertumbuhan kota ini disangga minyak sebagai pemasok utamanya. banyak perusahaan asing berkantor di sini, dari yang menangani industri hulu sampai ke hilir. setidaknya begitulah kata paul, teman saya yang menemani kami ke pantai manggar (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Ketika kami, aku dan seorang teman, berangkat ke balikpapan pada hari jumat, 12/03/10, sungguh perjalanan ini tercetus begitu saja saat nongkrong di sebuah warung. Hanya saja, ia bukannya tak beralasan sama sekali. Beberapa hari sebelumnya sebuah kiriman pos datang dari teman di balikpapan. Tak berapa lama sesudah saya membuka isi kiriman, teman saya yang lain, juga dari balikpapan, menelpon saya dan ianya sekadar silaturahmi karena lama tak berjumpa dan berkabar. Sesudah kiriman dan telepon, saya sempat merenung-renung, kapan saya bisa “keluar” lagi—sementara rencana perjalanan saya bersama seorang teman ke jakarta dan bandung batal karena suatu hal. Saya begitu penasaran tentang balikpapan setelah saya hanya melewatinya saja 13 tahun yang lalu dalam perjalanan ke samarinda dalam rangka festival musik rock se-kalimantan oleh rombongan musik sma kami waktu itu.

Ya, saya belum pernah ke balikpapan (lebih…)

Read Full Post »

Akhir-akhir ini saya merasa sangat kebingungan. Saya berada di situasi di mana saya tak menyadari sepenuhnya apa yang tengah saya lakukan. Saya tak tahu benar-benar di mana saya berada, ke mana saya akan menuju, dan dari mana tadi saya datang. Ada banyak pikiran di kepala, dan semuanya berpendaran sama menyilaukan. Sama menyita energi saya. Dan ujungnya saya cepat sekali merasa lelah.

Tadi malam saya pulang sebentar ke rumah jiwa. Saya berdoa. (lebih…)

Read Full Post »