Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Esai’ Category

Pelukis Kalsel di Banua Orang

Hari Sabtu, 24 Desember 2011, bertempat di rumah M. Sinnie, pelukis asal Tembilahan, di Patangpuluhan, Yogyakarta, beberapa orang pelukis asal Kalimantan Selatan berkumpul, sekadar bersilaturahmi dan membincangkan hal-hal terkait dunia internal dan eksternal kepelukisan mereka dalam konteks keperantauan (madam) mereka di Yogyakarta. Mereka, adalah Diah Yulianti (kelahiran Rantau-Tapin), Kamiran Suryadi (Tanjung-Tabalong), Robet Nasrullah (Nagara-HSS), Rokhyat (Banjarmasin), Hajriansyah (Banjarmasin), M. Sinnie atau Nick (Tembilahan), beserta kawan-kawan dari Kasisab Institute (Ahmad Syadzali dan Nurdin Yahya), juga istri dan suami dari pelukis Rokhyat dan Diah Yulianti.

Kegelisahan bersama yang mengetengah dalam pertemuan ini, adalah terkait (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

KEMERDEKAAN LAGI; PRAWACANA

Enam puluh lima tahun sudah sejak orang-orang yang mewakili bangsa ini berani menyatakan kemerdekaannya dan kemudian terus berjuang hingga empat tahun sesudahnya ia mendapat pengakuan dari dunia yang lebih luas. Perjuangan ini yang awalnya ditopang semangat, katakanlah semacam gotong-royong, dan perasaan yang sama atas ketidakadilan yang menimpa pribumi sepanjang bentangan pulau-pulau yang kemudian bernama Indonesia menuntut keadilan yang sama apakah sudah sampai ia pada yang dicita-citakan? Maka, (lebih…)

Read Full Post »

KERJA

Ketika teman saya yang seorang branch manager sebuah perusahaan multi nasional mengatakan, bahwa ia ingin nangis, rasanya, melihat pekerjaan-pekerjaannya jauh dari target yang diharapkan, saya ingin tertawa dan bersegera mengejeknya. Tapi begitu melihat mimik wajahnya yang tak berubah, dan nampak serius, saya segera mengurungkan keinginan saya tersebut. Saya diam. Mendengarkan. Apalagi (kebijaksanaan) yang akan keluar dari mulutnya.

Teman saya ini lalu terdengar seperti berkhotbah di depan saya. (lebih…)

Read Full Post »

Akhir-akhir ini saya merasa sangat kebingungan. Saya berada di situasi di mana saya tak menyadari sepenuhnya apa yang tengah saya lakukan. Saya tak tahu benar-benar di mana saya berada, ke mana saya akan menuju, dan dari mana tadi saya datang. Ada banyak pikiran di kepala, dan semuanya berpendaran sama menyilaukan. Sama menyita energi saya. Dan ujungnya saya cepat sekali merasa lelah.

Tadi malam saya pulang sebentar ke rumah jiwa. Saya berdoa. (lebih…)

Read Full Post »

ba’da aidil fitri

pada kehidupan yang kita berjalan dan berpikir di atasnya, ada batas di mana manusia mesti mengukur dan menimbang segalanya, termasuk di dalamnya kematian. pada titik ini, adakah benar tentang keabadian, tentang mimpi-mimpi, tentang rencana dan kontrol atas segala taktis menyangkut masa depan yang lebih baik. lebih baik? sejauh mana manusia menafsirkan hari ini dan segala yang terjadi, kaitannya dengan tafsir kebaikan tersebut?

kematian yang runtun-beruntun di sekitar saya beberapa waktu terakhir ini membuat saya terjaga untuk sekian waktu, adakah kita dapat benar-benar merencanakan kebaikan atas diri kita sebagai manusia? nassem dalam bukunya black swan yang cukup tebal itu ingin meyakinkan kita, bahwa selalunya tak ada yang benar-benar dapat kita prediksi dalam kehidupan ini.  maka ia mengajak kita menyelami kehidupan ini “sekali lagi” (lebih…)

Read Full Post »

Maka Janganlah Lari

Ada satu peristiwa yang seringkali memancing emosi kita. Saat di mana kita sebagai manusia dihadapkan pada rasa takut yang bersifat personal. Dalam banyak kesempatan kita seringkali tak peduli pada rasa takut, karena keadaan sosial yang membuat kita merasa aman; dikelilingi keluarga, teman, pendukung, dan orang yang kita percayai. Dalam banyak kesempatan kita sering menghindar dari rasa takut yang bersifat pribadi ini; dengan logika yang sederhana ini kita menjaga zona aman pribadi agar dapat hidup tenang dan nyaman. Padahal rasa takut adalah sifat yang sangat manusiawi, mencerminkan sifat dari segala yang hidup. Rasa takut mencerap segala daya yang kita miliki dan membuat emosi menjadi labil at the moment. Peristiwa ini, yang seringkali hadir di titik nadir, membuat perasaan tak nyaman dan membuat kita rentan terhadap masalah-masalah yang datang kemudian. Namun ada ketakutan yang begitu kongkret dan berakibat begitu dalam terhadap kehidupan seseorang. (lebih…)

Read Full Post »

Lupa

Aku lupa ada banyak kejadian yang berangkai dalam hidupku, sehingga aku sampai di hari ini; dan bagian-bagian itu yang tersimpan rapi di kotak ingatanku bertumpuk sedemikian rupa sehingga bagiku bagus melihatnya tersusun rapi begitu saja. Kotak ini yang nampak usang dari luarnya benar-benar membuatku malas memerhatikannya, hingga di suatu hari aku merasa ada yang hilang dalam hidupku, dan pandanganku pun tertuju padanya—ingin melihat di kedalamannya. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »