Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Perjalanan’ Category

(daripada kosong, saya isi aja dengan tulisan lama. selamat membaca!)

Selasa, 3 April 2011, adalah hari yang terasa sangat cepat bagi saya. Sebelum ini semuanya melambat dalam hidup saya. Pekerjaan, kawan-kawan, dan kesibukan yang beragam dan menumpuk cepat membuat saya hampir tak bisa mengambil jarak dari semuanya itu. Tiba-tiba saja di ujungnya saya merasa perlu keluar dari rutinitas itu, dan di antara semua yang tak bisa saya tinggalkan itu waktu dalam hidup saya hampir enggan bergerak.

Ketika hari minggu sebelumnya teman saya di Jogja mengundang saya (entah sambil isengkah dia?) lewat sms untuk berhadir pada pameran lukisan tunggalnya di Jakarta, secara spontan saya bilang ke diri saya: ini saat yang tepat untuk keluar! Saya bicara pada istri keinginan saya ke Jakarta, dan minta dia memesankan tiket pesawat—dan seperti biasa dia mengakomodir setiap keinginan saya—saya pun dapat merasa lega. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Pongkalan Buun

Saat pesawat Kalstar take off dengan sempurna dari bandara Syamsudinnor, dan bergerak ke barat, tak terasa di bawah sana terlihat raksasa barito yang mengular. Seperti jalur darah dengan anak-anak sungainya ia menghidupi kapal dan tongkang di atasnya, perumahan dan sawah di sisi-sisinya.

Pesawat terus naik. Gumpalan awan-awan seputih kapas bergerombol sudah di bawah, sementara setipis serat-serat berwarna abu-abu awan-awan bergerak berlawanan arah kami menuju.

Hampir setengah jam. Di bawah sana hanya hamparan tanah, hijau, dalam garis berpetak-petak. Entah sawah, entah sawit. Di depan sana cakrwala biru muda, dengan garis-garis awan yang membujur, melindap di kejauhan.

Perjalanan ini mengingatkan lagi perjalanan terakhir ke Pangkalan Bun, desember 2010 yang lalu. (lebih…)

Read Full Post »

Sekali Lagi Mengunjungi Tamban

Saat menjejakkan kaki di Dermaga Taman Sari, di bawah Jembatan Sudimampir, Banjarmasin pagi ini saya telah merasakan gerung mesin diesel kapal yang akan membawa kami memuarai Sungai Barito dan ke anak sungainya menuju Tamban. Ini bukanlah perjalanan pertama saya ke Tamban, tapi jelas inilah perjalanan saya kepadanya yang pertama dengan menyisiri sungai.

 

Seingat saya ini adalah pengalaman ketiga ke Tamban, dan setiap kalinya berbeda rute perjalanan. Yang pertama, bersama seorang teman, saya memulainya dengan sepeda motor lewat dermaga di Alalak; menyeberangi Sungai Barito sekira seperempatjaman lebih dan berlabuh di dermaga Soebarjo. Dari sana meneruskan perjalanan lewat darat melewati jalan kecil yang tak sepenuhnya mulus sekira satu jam-an. Yang kedua adalah sepenuhnya lewat jalan darat, dari Handil Bakti, Jembatan Barito, Anjir, menyeberangi jembatan besar lagi, lalu jalanan berbatu (kala itu), berbelok dan penuh lubang, melewati beberapa jembatan kecil dan besar, jalanan kampung yang sempit dan berdebu, hingga sampailah di Pal 7, Sidorejo, di tempat seorang seorang penyair sufi yang tenar dengan sebutan Janggut Naga. (lebih…)

Read Full Post »

Sabtu, 6/11/10, saya ditanya teman yang seorang teaterawan, Nurdin Yahya, via sms, apakah saya mau menyaksikan Lamut? Ya, Balamut, sebuah pertunjukan tradisi yang hanya ceritanya saja sering saya dengar dari rekan-rekan seniman dan budayawan yang lebih senior dari saya. Saya spontan menjawab: ya! Di mana? Di Barikin, katanya.

Jadilah kami berangkat sore itu, sekira pukul 15.30 wita. Hanya berdua! Pada awalnya kami mengajak beberapa orang teman—jurnalis, sastrawan, aktivis sosial—dan nyatanya hanya kami berdua yang cukup sehat dan punya waktu luang untuk itu. Seorang teman sastrawan terserang flu berat dan yang lain terlalu lelah, seorang jurnalis sibuk dengan pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, dan seorang aktivis tengah berkumpul dengan kerabatnya yang akan naik haji. (lebih…)

Read Full Post »

Ketika kami, aku dan seorang teman, berangkat ke balikpapan pada hari jumat, 12/03/10, sungguh perjalanan ini tercetus begitu saja saat nongkrong di sebuah warung. Hanya saja, ia bukannya tak beralasan sama sekali. Beberapa hari sebelumnya sebuah kiriman pos datang dari teman di balikpapan. Tak berapa lama sesudah saya membuka isi kiriman, teman saya yang lain, juga dari balikpapan, menelpon saya dan ianya sekadar silaturahmi karena lama tak berjumpa dan berkabar. Sesudah kiriman dan telepon, saya sempat merenung-renung, kapan saya bisa “keluar” lagi—sementara rencana perjalanan saya bersama seorang teman ke jakarta dan bandung batal karena suatu hal. Saya begitu penasaran tentang balikpapan setelah saya hanya melewatinya saja 13 tahun yang lalu dalam perjalanan ke samarinda dalam rangka festival musik rock se-kalimantan oleh rombongan musik sma kami waktu itu.

Ya, saya belum pernah ke balikpapan (lebih…)

Read Full Post »

Minggu pagi, 24/01/10, saya dan seorang teman berangkat ke Kalimantan Tengah dengan maksud mencari bekas / sisa perahu yang saya rencanakan menjadi proyek seni rupa. Tujuan kami Desa Sungai Tatas, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas—salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang terdekat dengan Kalimantan Selatan. Perjalanan ke Kapuas sendiri menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan, dan alhmadulillah jalan perbatasan yang biasanya rusak menjadi mulus. Ini tentu saja terkait proyek-proyek perbaikan menjelang pemilu kepala daerah oleh calon incumbent yang ada sekarang; biasalah, ia menjadi salahsatu strategi untuk menarik simpati masyarakat perbatasan Kalsel-Kalteng yang sejauh sebelum ini jalan-jalannya tak pernah benar-benar mulus, bahkan boleh dibilang rusak parah dengan banyaknya lubang-lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.

Untuk masalah jalan ini bahkan ada semacam anekdot (lebih…)

Read Full Post »

dari brunei yang sejahtera

pertama kali saya mendengar nama (negara) brunei disebut adalah sewaktu kecil, dari tvri (televisi republik indonesia)–tepatnya dari laporan cuaca kawasan indonesia dan sekitarnya. biasanya disebut di sana, “bandar seri begawan cerah, atau berawan, atau…”

ya, bandar seri begawan ibukota brunei darussalam. sebuah kota dari negara kecil yang indah, yang baru beberapa waktu tadi (10 – 14 des 2009) saya kunjungi. indah yang saya maksud, mungkin lebih kepada tertatanya kota/ negara itu dalam tatakelola pemerintahan yang baik, yang setidaknya dalam sekilas pandang yang hanya beberapa hari itu terlihat sangat mencolok pada tata kotanya: jalan-jalan dan lokalisasi perumahan dan perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan, juga dalam kedisiplinan warganya pada aturan berkendara di jalan raya, dan lain-lain. saya pikir, tepatlah “darussalam” disematkan padanya, mencerminkan kesejahteraan dan kemakmurannya. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »