Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2009

puisi-puisi

Kau datang

Tapi kau datang saja

Sementara waktu berlalu lama

Ada yang terkikis bersama senja

 

Tapi kau datang juga

Membawa batu merah bara

Aku tersudut di ujung pintu

Sementara hari berlalu, berlalu

 

Lalu kau datang juga

Aku tak mampu menyambutmu

Dengan senyum seperti dulu

 

Lalu tubuh pun belah

Batu memecah-mecah

Di sudut pintu

Waktu hanya sendu

 

ADAKAH KITA BENAR-BENAR ADA

 

Adakah kita benar-benar ada.

Tanyalah langit, kata kawanku.

Ia seorang yang pemalu, tapi kupikir ia

Segalanya tahu dan aku tak pernah menafikannya.

 

Kawan, katanya, lihatlah langit

Lalu jika kau sanggup pandanglah sungai

Di depan mata kita, baru kau bertanya

Adakah kita benar-benar ada.

 

Lalu kupangdang langit kupandang sungai

Dan kulihat diriku di sana

Larut dalam arus mahamengalir

Terjebak air dibawa menuju muara

: ah, ternyata aku tak pernah benar-benar ada!

 

; lalu siapa kita, kataku setengah memaksa.

Sajak Terakhir Malam Ini

 

Inilah sajak terakhir malam ini

Semoga ia menghapus lalu-lalang imaji

Menidurkan asa dan memberi tidur tak bermimpi

Menutup semua janji

Menghibur hati

Meniadakan iri

Cukuplah.

Cukuplah!

 

 

Iklan

Read Full Post »

Luka

Sebuah luka sering menyadarkan kita betapa yang kita cari pada sebuah momen ternyata bukanlah yang kita cari sebenarnya. Ketika perih itu datang dan borok menganga, pahamlah kita bahwa setiap kita memaksa diri untuk bergerak ke arah mana hati kita tak menuju, mungkin kita akan mendapat perih yang menyayat. (lebih…)

Read Full Post »

dari natai turun ke sabah

pk8pbun1pbun3pk1pangkalan bun 3

kota ini kota kecil. kota ini kota yang indah. pertama kali dibawa mutar-mutar sama teman, kukira kota ini cukup besar (melihat kenyataan banyaknya belokan dan jalan-jalan kecil), nyatanya setelah beberapa hari di sini belokan itu adalah belokan yang itu-itu juga–hanya karena temanku ingin melihatkan beberapa sudut pangkalan bun, makanya dia mutar-mutar. hehehe. (lebih…)

Read Full Post »

pangkalan bun 2

kau membuatku seperti seorang anak yang menagih janji bapaknya

Read Full Post »

pangkalan bun

aku terdampar di sini. sebuah kota. pangkalan buun. pangkalan bun. kota kecil ini, saat kulihat dari udara saat menuju ke sini, dikelilingi hutan, pohon-pohon dan sungai yang meliuk-liuk–seperti ular raksasa.

aku dijemput agus. teman lama yang baru saja datang dari bandung ke kampung halamannya. sepanjang jalan kedatangan dan beberapa hari ini aku banyak naya sama agus, dan ternyata banyak hal pula yang tak dapat dijawabnya, karena perkembangan dua tahun ini sejauh yang ditinggalkannya.

eh, nanti kusambung lagi postingnya. ada teman datang.

Read Full Post »

Kepemilikan

Apakah yang benar-benar kita miliki dalam hidup ini? Uang, rumah, tanah, keluarga, teman, musuh; adakah yang benar-benar kita miliki sehingga semuanya itu akan terus menjadi milik kita sepanjang hidup saat ini, dan kematian nanti. Adakah yang akan terus menemani kita, menyediakan “dirinya” terhadap kita untuk kita miliki sepenuhnya dan selamanya. Entahlah. (lebih…)

Read Full Post »